
Cast : Mas A, Aku, Uwa Y, Uwa E, Kakek Cirebon, Sopir kakek, extras
Saat itu, aku dan mas A berniat menjemput Uwa Y dan Uwa E di bandung untuk mengantar orang tua pergi haji. dengan menggunakan sedan kesayangan. mas A datang hari rabu, bermalam disana dan besok baru berangkat. tepat pukul 13.00 kami bertiga keluar dari rumah, melewati jalur cipularang menuju bekasi. situasi lalu lintas cukup ramai lancar, namun sesampai di KM 41 mulai tersendat. tau sendiri, gaya mengemudi Mas A yang zig zag dan suka berpacu dengan kendaraan lain membuat kami sedikit ngeri. tapi, jarak tempuh menjadi lebih singkat karenanya.
mobil berjalan perlahan, terkadang stop and go. ketika ada momen jarak panjang, mas A melajukan dengan cepat. sempat selap-selip juga. Alhamdulillah kami semua aman. (menghela napas).
kejadian tak terduga mulai…..
Kami : (ngiiing, hooo, ngiiing, hooo) situasi tersendat.
Kami : (ngiing, ngeeeng, hooo, ckiiit, jdug) bunyi rem ditekan.
Aku : “untung, pas ngeremnya”
Mas A : (diam, sambil konsentrasi ke jalan)
Sopir kakek : (brrrmm, ngroooong, BRAKK!!) suara keras menabrak mobil kami
Kami : (tersentak kaget) “ada apa ya ? situasi masih tersendat
Aku : (mengecek keadaan mobil) “wah! apa-apaan neh, bagasi ringsek sama bempernya”.
Mas A : “kenapa ? (turun dari mobil) “hmmm, kurang ajar tuh” ayo masuk lagi.
Uwa Y : “oh, itu tuh yang nabrak”
Mas A : (langsung tancap gas mengejar si penabrak)
untungnya, lalu lintas masih belum lancar. sehingga cepat di hadang.
Sopir Kakek : (brrrm, ngrooong) “ketakutan”
Kakek Cirebon : “coba kita menepi dulu”
Sopir kakek : (langsung menepi)
Kami : (menghadang mobil si kakek)
Mas A : (cklek, prang) membanting pintu
Kakek Cirebon dan sopir kakek : (turun dari mobil)
Mas A : “maaf pak, nih gimana urusannya ?? (nada geram)
Kakek Cirebon : “heh, kamu)! (sambil manggil sopirnya) Sambil ngobrol berdua
Sopir kakek : “maaf pak, tadi saya udah ngerem. tapi mobil ga mau berhenti”
Kakek Cirebon : “maaf mas, tadi kan macet. sopir saya udah ngerem, tapi mobil ga mau berhenti”
Mas A : “jelas tadi, saya denger suara keras dari belakang. saya udah ngerem keras tadi!!”
Kakek Cirebon : “ah, nggak. tadi emang ngerem kok, iya kan” ? (sambil nunjuk sopirnya)
Sopir kakek : ketakutan, “iiya pak”
Aku dan uwa y : (melihat ada adu mulut) “apa sih ?” (cklek, cep)
Mas A : “bohong !!, jelas saya dengar tabrakan keras” (naik pitam)
Kakek Cirebon : “ayo, sini kita liat bekas rem nya!”
Mas A : “Ayo”
berjalan bertiga ke TKP
Kakek Cirebon dan sopirnya : “hah! mana ? kamu tadi beneran ngerem ?”
Sopir kakek : “iiya, pak tapi kok ga ada ya ?” (bingung dan panik)
Mas A : “tuh, mana ? bekas saya ada disini !!” (terlihat jelas bekas tapak ban)
Kakek Cirebon : “gini aja, kita ke bengkel terdekat. lalu selesaikan disana”
Mas A : “oke”
Kakek Cirebon : “maafkan sopir saya, tadi nggak sengaja nabrak”
Mas A : “heh, pak. segitu, ancurnya mobil saya. masih bilang ga sengaja”! (geram)
Kakek Cirebon : “ya udah, kalau gitu mas mau gimana?”
Mas A : “ya, ganti dong kerusakan mobil saya!”
Kakek Cirebon : “oke2, saya hanya ada uang di dompet 100 ribu”
Mas A : “wah, masa iya. keluar kota cuma bawa segitu?”
Kakek Cirebon : “lah, situ trus maunya apa! ?”
Mas A : “ganti kerusakan mobil saya lah, lha bapak yang salah !!
Kakek Cirebon : “iya… tapi saya buru-buru mau ke jakarta”
Mas A : “ooh, sama. saya mau lanjut ke bekasi”!!
Kakek Cirebon : “blablablablabla”!
Mas A : “blablablabla”!!!
situasi semakin memanas, aku dan uwa y yang sedari tadi hanya memerhatikan. ikut menengahi
Aku dan uwa y : “udah2, (sambil memisahkan mas a dan kakek cirebon)
Kakek Cirebon : “ini mas, bu. blblablablablabla!”
Aku dan uwa y : “iya!, saya denger pembicaraan bapak. jelas bapak yang salah, lalu mau apa lagi?”
(sementara itu)
Mas A dan uwa y : “minta ke bengkel terdekat ?”
Aku : “ada di cikarang, itu plang nya”
Mas A (sambil menelpon orang tua) “pak, kita ditabrak!”
Orang tua : “ooh, ya udah coba cari bengkel. ada si penabraknya kan ?
Mas A : “ada”
Orang tua : “sip, nanti kalau udah sampai di bengkel telp lagi”
aku mengobrol sambil negosiasi dengan kakek itu. uwa y, mengobrol dengan mas a
Aku : “saya tau daerah sini”
Mas A dan Uwa Y : “oke, gimana supaya bapak itu ikut kita?” sambil diskusi
Aku : “aku di mobil bapak itu, dan mas ikuti dari belakang!!” (perasaan tegang)
Mas dan Uwa y : “oke, kamu ikut sana ya?”
(sambil masuk ke dalam mobil masing2)
mulai jalan, sedan kesayangan kodisinya : bemper melorot, kap bagasi penyok dan kena ban belakang, kap bagasi penyok berat hingga tak bisa ditutup, lampu pecah sebelah kiri.
setelah keluar lemahabang,
alih-alih mas a ikuti mobil kakek itu, malah mendahului.
sementara, aku di dalam mobil kakek itu.
Aku : (tegang) dagdigdagdig (jantung semakin berdegup kuat)
Kakek Cirebon : “itu kamu, stroke?” (melihat keadaan fisik sebelahku yang kurang sempurna)
Aku : “nggak, ini bawaan dari kecil”
Kakek Cirebon : “ooh, ngomong-ngomong. mobil situ di asuransi?”
Aku : “nggak, lagian ini mobil satu-satunya pak” (sombong)
Kakek Cirebon : (terhenyak, membayangkan berapa ganti rugi yang mesti dibayar)
didalam mobil minibus tersebut berisi : kakek cirebon, sopirnya dan keponakannya.
Extras : (berbicara dengan seseorang melalui handphone) “blablablabla”
Kakek Cirebon : “gini, saya minta maaf karena ga sengaja menabrak mobil situ” (jawabnya pelan)
Aku : “oh iya, makasih !”
Extras 1 : “Om, itu tadi kenapa”?
Kakek Cirebon : “ini, kita nabrak mobil mas ini, kita udah ngaku salah. tapi malah minta ganti”
Extras : “ooh, ga bisa gitu!, kita kan dah mengakui. mestinya selesai dong, gak pake ada ganti rugi segala. tau kita mau buru-buru ke jakarta”
Aku : (tetap tenang sambil mendengarkan mereka berdua)
Kakek Cirebon : “nih, mana bengkelnya gak keliatan?”
Aku : (terima telepon dari uwa y) “dimana bengkelnya?” (uwa E ikut menyahut)
Aku : ” dimana ya ? ga ada tanda-tanda”. (mulai gugup)
Uwa y dan E : “dimana ni, kita ga ngerti daerah sini”
Aku : “nih, pak ngomong sama uwa saya aja!” (melempar tanggung jawab)
Kakek Cirebon : “bu, kita mau dibawa kemana”?
Uwa Y dan Uwa E : “pokoknya ke bengkel, tapi kita ga ngerti daerah sini”
Kakek Cirebon : “oke, saya mau ke jakarta nih, jadi mohon ini cepat selesai !” (telepon langsung ditutup)
Aku : “gimana?”
Kakek Cirebon : “mobil sana itu cepet banget, susah ngejarnya. padahal kan suruh ikutin di belakang”
Aku : (diam dengan tatapan tajam)
Kakek Cirebon : “jadi maunya apa ?!”
Aku : “ya ke bengkel lah!, bapak nabrak mobil saya. tapi mau lari dari tanggung jawab”
Sopir Kakek : “nih kemana lagi?!”
Aku : (bingung lalu menelpon mas a) “dimana ?”
Mas A : “di jalan ahmad yani, depan dealer motor, kita tunggu sini ya?!”
Kakek Cirebon : “heh, jawab!!”
Aku : (mengarahkan sopir kakek) “terus aja ikutin jalan ya”
Sopir kakek : “nih kita mau dibawa kemana sih, mana arahnya ?”
Kakek Cirebon dan extras : “iya, kemana ?,kalau gak jawab. ni mobil ke kantor polisi nih!!
Aku : (diam dan tambah tegang) ” lurus aja, ikutin jalan ya !!”
Kakek Cirebon : “kalau gak tau daerah sini, jangan sok !! saya ini pernah 3 tahun disini” (bangga)
Aku : “tuh, keliatan
mobil lalu parkir di lahan kosong depan dealer motor. di belakang sedan.
Mas A : “kemana lagi jalannya”? (sambil menghampiri)
Aku : “gni aja, terus ikut jalan”
Mas A : “sampai Auto2000 bekasi aja?”
Aku : “iya, karena gak ada plang dan penampakannya”
Mas A : ”bilaang, dong. jadi ga was-was” (cape deh)
tiba-tiba mas a menghampiri kakek itu
Mas A : “kita terus jalan sampai bekasi”
Kakek Cirebon : “hah!! kalau gitu lewat tol udah sampai tuh” (gerutu)
Mas A : “kenapa?, jangan lari !!”
Kakek Cirebon : “waktu saya udah terbuang percuma gara-gara ini !!”
Mas A : “sama !!, bapak mesti ganti dulu rusaknya mobil saya !!! enak aja bilang percuma” (mulai ribut namun ditenangkan oleh Uwa Y)
Kakek Cirebon : “iya, tapi gimana nih?” (sombong)
Mas A : “ya ikuti mobil saya, dengan arahan adik saya di mobil bapak”!!
Kakek Cirebon : (berubah tegang) “oke, tapi pelan-pelan ya”
(mulai masuk mobil masing-masing dan yang benar saja. mas a mengemudi dengan pelan perlahan tapi cepat juga, aku membawa kakek itu berputar-putar hingga beliau kesal)
Sopir kakek : “mana nih mobil nya ?”
Kakek Cirebon : “iya, mana mobilnya?”
Aku : “terus jalan ya !!”
Kakek Cirebon : “kemana ??, kalau ga jelas juga. belokin ke kantor polisi nih!”
Sopir Kakek : “iya, saya belokin nih!!” (mengancam)
Aku :”bapak mau selamat ga ? boleeh, berhenti di kantor polisi. silakan tuduh apapun, tapi…… saya punya bukti kuat ! (tegas dan kalem)
Kakek Cirebon dan Sopirnya : “oke2, kita akan ikutin kemauan situ” (berubah takut dan gugup)
Aku : “ikuti jalan terus” !!
(sementara Mas A)
Mas A : “pak, nanti sebentar lagi sampai ke Auto2000”
Orang tua : “oke, nanti bapak kesana”
(jalan sudah memasukki kota bekasi, tepatnya di daerah tambun)
Mas A : “nah, ini sampai juga” (masuk Auto2000 bekasi)
(parkir, dan mulai ajukan booking service)
(sementara Uwa y dan Uwa E mengambil dan menata barang bawaan)
(Aku,kakek cirebon, sopirnya dan extras sekitar 10 menit sampai di bengkel)
Aku : (keluar menghampiri uwa E dan uwa Y untuk bantu2)
Mas A : (menelpon orang tua) “udah sampai mana ?”
Orang tua : “ini udah deket”
(15 menit kemudian muncul mobil SUV bermerk Chevrolet)
Orang tua : (turun dan melihat keadaan, kemudian ke dalam menghampiri mas a yang sedang booking)
Mas A : “pak, kesini”
Extras 2 : “ini kena tabrak ya pak, bisa kok diproses. tapi 3 minggu.
Orang tua : “oke, bisa”
Extras 2 : “ngomong-ngomong, kan tadi anak bapak bilang ditabrak sama mobil panther. sampe rusak belakangnya, kenapa ga minta dia yang bayar semua ini” ??
orang tua : “ah, nggak lah. kan ini di cover asuransi, saya hanya ingin tanggung jawabnya dia”
Extras 2 : “ooh, gitu ya pak. hebat! baru kali ini ketemu orang seperti bapak”
orang tua : “ah, ga begitu lah. percuma, kalau kita gituin mereka. ntar malah ketuker dosanya”
Extras 2 : “hahaha, bisa aja bapak”
(selesai booking, langsung mas a dan orang tua menuju TKP)
Orang tua : (melihat keadaan mobil sedan dengan mobil panther si kakek)
Kakek Cirebon : “ini pak, gimana?” (nada dan tingkah sombong)
Orang tua : “udah, sekarang situ punya duit berapa ?”
Kakek Cirebon : “100 ribu, ini dompet saya”
Orang tua : “ah, masa orang dari cirebon. cuma bawa segitu?”
Kakek Cirebon : “ini, cuma ada segitu !!”
Orang tua : “oke, tenang. bapak menabrak mobil saya, sampai ringsek belakang. sedang mobil bapak, hanya penyok sedikit tanduk depannya”
Kakek Cirebon : “jadi, mau berapa ?? 200 ribu. (sambil mengeluarkan tasnya)
Orang tua : “hmm, tambah lagi dong”
Kakek Cirebon : “kok gitu sih, ini mah pemerasan!!”
Orang tua : “pemerasan ?? oh ya”
(sementara aku, mas a, uwa Y, uwa E memindahkan barang ke mobil SUV)
Kakek Cirebon : (sambil mengaduk tas dan dompetnya) “ini, 600 ribu !!, puas, saya udah minta maaf tapi malah suruh ganti gede”
Orang Tua : “ooh iya ? itulah hasil perbuatan bapak”
(sambil menerima uang ganti rugi dari kakek itu lalu mengacuhkan dan menuju ke kami)
Kakek Cirebon : (menggerutu dan masuk mobil sambil banting pintu) “brrrm, ngroooooong”